BAGAIMANA DATA GEOSPASIAL MEMBANTU PENANGANAN COVID-19?

 Tahukah kamu, salah satu cara untuk mengetahui kondisi lingkungan adalah dengan menggunakan metode geospasial. Apa itu geospasial?

 UU No.4 Tahun 2011 Tentang Informasi menjelaskan spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi, letak, dan posisinya. Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. Koordinat ini yang akan mempermudah dalam penentuan lokasi secara spesifik.

Terkait hal tersebut, sejak 11 Maret 2020, WHO  (World Health Organization) menetapkan COVID-19 sebagai pandemic global. Dalam mengurangi penyebarannya, berbagai cara dilakukan oleh pemerintah mulai dari pemberian vaksin sosial berskala besar bagi masyarakat hingga berbagai penyebaran informasi penanganan virus corona bagi masyarakat melalui berbagai media.

Teknologi geospasial menjadi salah satu kebijakan yang diterapkan oleh pengambil kebijakan untuk memutus penyebaran. Ketersediaan informasi geospasial yang akurat akan memberikan keputusan yang tepat, efisien, efektif dan komunikatif. Untuk mendapat informasi yang tepat maka dibutuhkan data-data yang akurat. Jenis data geospasial yang sering ditemukan diantaranya, garis pantai hipsografi perairan, nama rupa bumi, batas wilayah, transportasi, fasilitas umum serta penutup lahan.

Terdapat teknologi baru yang digunakan untuk model geospasial, tools baru dalam pemetaan geospasial tersebut disebut dengan Geographical Information System (GIS). GIS adalah suatu tools yang sangat esensial dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisa dan menampilkan kembali kondisi – kondisi alam dengan bantuan data atribut dan spasial. GIS menawarkan suatu sistem yang mengintegrasikan data yang bersifat keruangan (spasial/geografis) dengan data tekstual yang merupakan deskripsi menyeluruh tentang obyek dan keterkaitannya dengan obyek lain. Dengan sistem ini data dapat dikelola, dilakukan manipulasi untuk keperluan analisis secara komprehensif dan sekaligus menampilkan hasilnya dalam berbagai format baik dalam bentuk peta maupun berupa tabel atau report. Mengapa perlu menerapkan GIS dalam menangani COVID-19?

Teknologi informasi geospasial adalah salah satu model kebijakan yang diterapkan. Penggunaan teknologi geospasial cukup efektif jika data yang diperoleh merupakan data yang akurat. Untuk mendapat data yang akurat dibutuhkan kerja sama yang baik antara instansi kesehatan yang menangani virus ini dan pemerintah setempat. Hal ini bertujuan untuk agar data yang diolah dapat dijadikan sebuah informasi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

Tidak hanya data jumlah kasus yang terjadi, data masyarakat yang mengalami dampak akibat adanya virus ini, data lembaga kesehatan, data daerah yang terdapat virus akan tersedia dengan adanya penerapan model menggunakan teknologi informasi geospasial ini. Dengan informasi yang tersedia akan mempermudah lembaga-lembaga dalam proses memberikan bantuan dan tentu akan tepat sasaran.

Bagi layanan kesehatan publik akan terbantu karena pengambil keputusan akan mengetahui layanan publik kesehatan mana yang membutuhkan fasilitas dalam penanganan virus ini. Bagi pemerintah juga akan dipermudah dalam hal proses pengambilan keputusan yang tepat. Jika tiap daerah melakukan model ini maka akan diketahui derah mana menjadi zona merah (sangat perlu penanganan), kuning (perlu perhatian) dan hijau (kondisi daerah yang aman). Penerapan new normal juga sangat terbantu dengan adanya GIS ini. Pemerintah akan mengetahui lokasi-lokasi (daerah) yang dapat dikatakan new normal dan yang masih perlu penanganan lebih lanjut. Hal ini dapat diketahui karena model geospasial yang dihasilkan yaitu berupa data dan pemetaan yang dapat diakses oleh masyarakat pada suatu situs atau halaman website tertentu.

Dengan melihat halaman website tersebut kita dapat melihat mapping penderita virus corona di suatu wilayah. Tujuan utama dari pemodelan geospasial salah satunya yaitu agar dapat menyusun dan mengembangkan data menjadi sebuah bentuk informasi terkait suatu isu dalam hal ini adalah mengenai wabah virus corona yang mudah dipahami oleh masyarakat umum sebagai salah satu bentuk mitigasi penanganan COVID-19.

Komentar

  1. wah, menarik. Ternyata Geospatial bisa digunakan untuk penanganan covid 19

    BalasHapus
  2. isi artikel menarik , terus berkarya , ditunggu artikel berikutnya.

    BalasHapus
  3. Informaei yang sangat up to date pada informasi mengenai geospasial. Sangat membantu dan cukup jelas penyampaian materinya. Keren bgt kakak!

    BalasHapus
  4. Terimaksih atas artikelnya, sangat membantu dalam memahami lebih banyak mengenai GIS. Dan juga lebih paham bagaimana hubungan GIS terhadap kebijakan yang diterapkan oleh pengambil kebijakan untuk memutus penyebaran virus dalam pandemi saat ini. Ditunggu artikel berikutnya yaa

    BalasHapus
  5. Awalnya saya tdk pham tp dgn artikel ini saya jd mngrti skrg krn bhsany mudh dmngerti.

    BalasHapus
  6. Sangat informatif, saya sangat suka

    BalasHapus
  7. Informasinya menarik sekali. Semoga covid19 dapat berakhir yaaa. #fightcovid19

    BalasHapus
  8. Ternyata pendekatan geospasial mampu menjadi salah satu tools untuk pemecahan masalah Covid-19.
    terimakasih tulisannya
    semangat.

    BalasHapus
  9. Thanks thor artikel ini sangat menarik dan menambah pengetahuan tentang geospasial dalam penanganan Covid-19 thor. Ditunggu karya selanjutnya

    BalasHapus
  10. Hi thor
    topik yang diangkat menarik
    karna sedang terjadi saat ini
    smoga bisa jadi solusi untuk masalah lain juga
    tks buat ilmunya

    BalasHapus
  11. Artikel ini sangat bagus dalam menjelaskan peranan informasi geospasial dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
    Ditunggu tulisan selanjutnya...

    BalasHapus
  12. artikel yang membangun,sangat menambah wawasan di masa pandemi jni

    BalasHapus
  13. sangat bermanfaat sekali infonya, keren! terimakasih sudah berbagi.

    BalasHapus

Posting Komentar